Kamis, 31 Maret 2016

Analisis Berita

 


Analisis Berita
     Berita diatas, merupakan paragraf yang menyampaikan permasalahan khusus di awal tulisannya, atau dengan kata lain paragraf diatas merupakan paragraf induktif. Pada awal paragraf penulis menunjukkan fakta-fakta, adanya penipuan pangan yang memengaruhi kepercayaan konsumen dan menyebabkan kerugian.
Wujud evidensi pada tulisan diatas diperoleh dari Pricewaterhouse Coopers, disajikan setelah PwC melakukan riset.
Inferensinya, bahwa penipuan pangan memberikan dampak pada perusahaan dan konsumen.Penipuan yang dilakukan juga dapat merusak kesehatan konsumen, karena produk yang dikonsumsi tidak sesuai dengan produk yang diinginkan / seharusnya (daging sapi cincang diganti dengan daging kuda).

Sumber: Kompas


 

Sabtu, 30 Januari 2016

KELAS SOSIAL

Jenjang sosial, merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat baik yang tinggal di kota maupun di desa. Hal ini dikarenakan setiap manusia memiliki keinginan untuk dihargai maupun dihormati lebih dari manusiia manapun, sehinggga akan terbentuk jenjang sosial yang akan mengakibatkan adanya pembedaan sosial di dalam masyarakat.
Jenjang, sosial adalah, suatu kondisi dimana berada pada posisi yang  memiliki tingkatan-tingkatan berdasarka kelas sosial di masyarakat yang sedang diraihnya. Sehingga jenjang sosial senantiasa berubah seiring dengan pencapaian dan keberhasilan seseorang dalam merubah kelas sosialnya.

FAKTOR PENENTU KELAS SOSIAL


























PENGUKURAN KELAS SOSIAL





PENDEKATAN SISTEMATIS






PEMASARAN PADA SEGMEN PASAR BERDASARKAN KELAS SOSIAL

     Pemasaran pada segmen, berdasarkan kelas sosial berbeda - beda sesuai dengan kelas sosial yang ingin dituju. Suatu produk yang diproduksi, dengan sasaran penjualan konsumen yang berada pada kelas sosial yang tinggi. Umumnya, pemasaran menggunakan iklan yang premium atau lebih bersifat eksklusif, karena, dapat diketahui bahwa masyarakat pada kelompok ini memiliki status sosial yang tertinggi, mereka lebih memilih, produk yang higinies, terbaru, bermerk, dan kualitas yang sangat bagus.
     Berbeda, apabila produk yang diproduksi dengan sasaran penjualan,masyarakat pada kelas sosial rendah. Penggunaan iklan kurang digencarkan  dan umumnya lebih menggunakan promosi yang lebih kuat karena, masyarakat pada kelas sosial ini lebih mengutamakan sebuah kuantitas suatu produk dengan harga yang murah. 


DIFUSI

    Merupakan suatu proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu kelompok ke kelompok lain atau dari satu masyarakat ke masyarakt lain. Dengan proses tersebut manusia mampu menghimpun penemuan - penemuan baru yang dihasilkan.
Dengan adanya diifusi, suatu penemuan yang telah diterima oleh masyarakat dapat diteruskkan dan disebarkan pada masyarakat luas sampai seluruh manusia dapat menikmati kegunaan penemuan bagi kemajuan peradaban.

elemen- elemen difusi :

  • Inovasi
         Suatu ide, barang, kejadian, metode, yang diamati sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang, baik hasil discovery maupun invensi diadakan guna mencapai tujuan.
    Suatu inovasi, dalam proses difusi terbuka kemungkinan terjadinya perubahan atau modifikasi, dan para penerima inovasi bukan berperan secara pasif hanya sekedar menerima apa yang diberikan. Komunikasi merupakan salah satu elemen yang tidak dapat ditinggalkan dalam proses difusi inovasi

         

  •   Saluran tertentu
         Komunikasi disini diartikan sebagai proses pertukaran informasi antar warga masyarakat, sehingga terjadi saling pengertian satu sama lain. Komunikasi denga tipe khusus yaitu difusi, yang menggunakan sesuatu hal yang baru (inovasi) sebagai bahan informasi. Kegiatan komunikasi dalam proses diifusi mencakup :
    o   suatu inovasi
    o   Individu / kelompok yang telah mengetahui dan berpengalaman dengan inovasi
    o   Individu / kelompok yang belum mengenal inovasi
     Komunikasi, dalam proses difusi adalah upaya mempertukarkan ide baru / inovasi oleh seseorang atau unit tertentu yang telah mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan inovasi tersebut kepada seseorang atau unit lain yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai inovasi, melalui saluran komunikasi tertentu. 

        
Peranan, dimensi waktu dalam proses difusi,

a. Proses Keputusan inovasi
   Merupakan proses sejak, seseorang mengetahui inovasi pertama kali sampai ia memutuskan untuk menerima atau menolak inovasi.
Terdapat lima langkah, dalam proses keputusan inovasi, yaitu :
  • Pengetahuan tentang inovasi
  • Bujukan atau himbauan
  • Penetapan atau keputusan
  • Penerapan               
  • Konfirmasi

Namun, ke-5 tahap diatas, tiadak semuanya terlalui karena mungkin terdapat pengecuallian
Contoh, seseorang memutuskan menerima inovasi tanpa melalui tahap himbauan.

b. kepekaan seseorang terhadap inovasi
    TIdak semua orang dalam suatu, system sosial menerima inovasi dalam waktu yang sama.mereka menerima inovasi dalam  waktu yang sama. Mereka menerima inovasi dalam urutan waktu, artinya ada yang dahulu ada yang kemudian.Pihak yang menerima inovasi lebih dahulu secara relative lebih peka, terhadap inovasi daripada yang menerima inovasi lebih akhir.

c. Kecepatan penerimaaan inovasi
   Kecepatan penerimaan inovasi ialah kecepatan relative diterimanya inovasi oleh warga masyarakat/ anggota system sosial. Kecepatan inovasi biasanya diukur berdasarkan lamnya waktu yang diperlukan untuk mencapai presentase tertentu dari jumlah warga masyarkat yang telah menerima inovasi.

  • Sistem sosial
     System sosial merupakan hubungan antar individu atau unit dengan bekerja sama untuk memecahkan masalah guna mencapai tujuan anggota system sosial dapat berupa inividu, organisasi, kelompok dan sub system lainnya yang ssaling pengertian dan memberi hubungan timbal balik.

Referensi: diolah dari berbagai sumber

Sabtu, 14 November 2015

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN

     Sebelum membeli suatu produk maupun jasa,para  konsumen tentu akan melakukan evaluasi untuk melakukan pemilihan produk atau jasa. Evaluasi yang digunakan akan menghasilkan suatu keputusan.
Pengambilan keputusan sendiri merupakan sebuah proses yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif sebelum pembelian, pembelian, konsumsi, dan evaluasi alternatif sesudah pembelian (Engel,1995).

Di Bawah Ini,bagan proses pengambilan keputusan :



1.Model Proses















2.Tahapan Proses






















3.Faktor yang memengaruhi

Pengambilan Keputusan Pembelian



   Konsumsi Multivitamin
     
     Pada era ini,aktivitas masyarakat semakin intens.Menjaga  tubuh agar tetap bugar dan sehat  mutlak diperlukan,agar dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara prima, kita dapat mengkonsumsi multivitamin.
Multivitamin merupakan suatu produk dengan tujuan untuk menambah kebutuhan manusia akan vitamin,mineral,dan nutrisi lainnya.
Vitamin dalam banyak hal sangat berperan dalam proses penyegaran tubuh. Ia tidak hanya menghasilkan kalori yang digunakan sebagaimana lemak, hidrat arang atau protein, tetapi mempunyai kegunaan yang mutlak bagi semua mahkluk hidup. Vitamin diperlukan dalam jumlah kecil untuk banyak reaksi kimiawi di dalam tubuh sementara mineral memainkan peranan penting dalam pembentukan jaringan tubuh dan pembentukan sistim enzim di seluruh tubuh.
     Bagaimana dengan perilaku mengonsumsi multivitamin di masyarakat kita? Saat ini tingkat konsumsi multivitamin masyarakat lumayan baik. Parameter itu dapat dilihat dari survei yang dilakukan MARS Indonesia di Jakarta dan Surabaya bahwa hampir 64,7% masyarakat di kedua kota besar tersebut mengonsumsi multivitamin dalam tiga bulan terakhir.
Frekuensi konsumsi pun cukup tinggi,dalam satu bulan terakhir rata-rata mereka mengkonsumsi multivitamin lebih dari 10 kali dengan porsi 61,9% untuk masyakarat Jakarta dan 33,4% untuk masyarakat Surabaya.
      Terdapat lebih dari 45 merek multivitamin yang sekarang beredar di pasaran, namun hanya sekitar 10 merek saja yang mampu bersaing memperebutkan pasar.
Peringkat pertama berhasil diraih Enervon C dengan total porsi 17,9%. Menempel ketat di belakangnya adalah Hemaviton (17,0%), lalu Redoxon (16,6%), CDR (11,5%), Ester C (5,2%), Sangobion (3,9%), Supradyn (2,1%), Sakatonik Liver (1,8%), Fatigon (1,7%), dan Natur E (1,7%). Sedangkan merek-merek lain porsinya di bawah 1,5%.
Dari hasil consumer insight, kekuatan terbesar Enervon C terletak pada kepercayaan terhadap produk (loyalitas), karena sejak dulu ia selalu direkomendasikan oleh para dokter
Enervon C, Ester C, Sangobion, dan Sakatonik Liver leading di Jakarta. Sebaliknya Hemaviton, Redoxon, Supradyn, Fatigon dan Natur E unggul di Surabaya. Sementara CDR berbagi angka yang sama untuk kedua kota tersebut yaitu 11,5%.
     Alasan,mereka mengkonsumsi multivitamin mayoritas karena ingin meningkatkan stamina tubuh (63,7%) ketimbang sekadar untuk meningkatkan daya tahan tubuh (56,4%),penyembuhan dari sakit (6,4%), ataupun ingin menambah darah (1,1%).

Keberhasilan Enervon C menjadi produk multivamin paling digemari adalah lantaran produk PT Medifarma Laboratories, Inc. ini mengandung Vitamin C 500 mg dan Vitamin Bkompleks. Preposisi yang terdapat dalam Enervon C ini dapat memperkuat daya tahan tubuh (imunitas) dan dapat menjaga stamina.

sumber data konsumen : MARS Indonesia 
                                        
                                        

Jumat, 23 Oktober 2015

Perilaku Konsumen

   Saat ini,konsumen sangat dimanjakan oleh banyaknya jumlah produk sejenis memiliki manfaat yang sama,namun diproduksi oleh produsen yang berbeda.Menyebabkan era dimana produsen sebagai pengendali harga telah usai.Saat ini konsumen juga dapat berperan sebagai pengendali harga.Konsumen merupakan salah satu bagian paling pentingdari suatu perusahaan.Ini,mengharuskan perusahaan mempelajari perilaku konsumen mereka.
 Perilaku konsumen merupakan,studi tentang proses pengambilan keputusan oleh konsumen(individu,kelompok,atauorganisasi)dalam,memilih,membeli,memakai,maupun memanfaatkan produk.Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.



Bagan Perilaku Konsumen :




(a)Pengenalan masalah terjadi bilamana konsumen menyadari perbedaan diantara   situasi yang ada dengan situasi yang diharapkan
(b)Tahap penelusuran informasi meliputi kecepatan dan keluasan dalam menimbulkan kembali informasi yang ada pada memori dan pengalaman-pengalaman mengenai masalah
(c)Tahap evaluasi alternative meliputi membandingkan informasi tentang merk melalui proses penelusuran criteria evaluasi
(d) Pada bagan ditunjukkan pula kebiasaan memilih dari kekuatan niat membeli. Pilihan konsumen akan menentukan outcome, apakah konsumen menjadi puas atau tidak puas sebagai pengalaman langsung dalam menggunakan suatu merk. Hasilnya juga dapat dissonance, tidak cocok apabila merk tidak sesuai dengan pilihannya
(e) Beberapa pengaruh eksternal lainnya adalah norma dan nilai budaya yang berlaku.

Berikut ini beberapa ciri-ciri dari Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional:

 1. Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan
 2. Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen
 3. Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin
 4. Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen

Beberapa ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat Irrasional:

 1. Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik
 2. Konsumen memiliki barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas
 3. Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau  prestise  
     
    referensi :  http://fitriarostiana.blogspot.co.id/2012/11/babi-pendahuluan-i.html
                      http://kumpulan-artikel-ekonomi.blogspot.co.id
                      http://esty.staff.uns.ac.id/definisi





Selasa, 12 Mei 2015

Konferensi Asia-Afrika


   Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung,Indonesia .dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.
Let a new Asia and a new Afrika be born, mari kita lahirkan Asia baru dan Afrika baru. Inilah judul pidato presiden Indonesia pertama Soekarno atau Bung Karno di hadapan peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 18 April 1955.
KAA 1955 yang awalnya dipandang Negara Barat sebagai ide konyol dan sulit diwujudkan, menjelma menjadi kekuatan baru yang ditakuti Amerika Serikat dan Uni Soviet, 2 kekuatan yang mewakili Blok Barat dan Blok Timur.
Ide menyatukan negara-negara Asia dan Afrika digagas Indonesia dan didiskusikan dalam Konferensi Kolombo yang dihadiri Indonesia, India, Pakistan, Birma, dan Srilanka.
Konferensi Kolombo dilanjutkan dengan pertemuan 5 negara tersebut di Bogor, Jawa Barat pada Desember 1954 dan merestui Indonesia sebagai tuan rumah KAA.
18 April 1955 ide mengumpulkan negara-negara Asia Afrika akhirnya benar-benar terjadi. Bandung diramaikan oleh rombongan pimpinan dan delegasi 29 negara Asia Afrika, serta warga yang menyambut gembira pelaksanaan KAA.
      Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengkonsultasikan dengan mereka tentang keputusan-keputusan yang memengaruhi Asia pada masa Perang Dingin,kekhawatiran mereka mengenai ketegangan antara Republik Rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat. Keinginan mereka untuk membentangkan fondasi bagi hubungan yang damai antara Tiongkok dengan mereka dan pihak Barat.
     Penentangan mereka terhadap kolonialisme, khususnya pengaruh Perancis di Afrika Utara dan kekuasaan kolonial perancis di Aljazair,dan keinginan Indonesia untuk mempromosikan hak mereka dalam pertentangan dengan Belanda mengenai Irian Barat.
Sepuluh poin hasil pertemuan ini kemudian tertuang dalam apa yang disebut Dasasila Bandung, yang berisi : 
  1. menghormati hak-hak dasar manusia, tujuan, serta asas yang termuat dalam Piagam PBB;
  2. menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa;
  3. mengakui persamaan ras dan persamaan semua bangsa, baik bangsa besar maupun bangsa kecil;
  4. melakukan intervensi atau ikut campur tangan dalam persoalan dalam negeri negara lain;
  5. menghormati hak-hak tiap bangsa untuk mempertahankan diri, baik secara sendirian maupun secara kolektif sesuai dengan Piagam PBB;
  6. a) tidak menggunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus salah satu negara besar; b) tidak melakukan tekanan terhadap negara lain;
  7. tidak melakukan tindakan atau ancaman agresi ataupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atas kemerdekaan politik suatu negara;
  8. menyelesaikan segala perselisihan internasional secara damai sesuai dengan Piagam PBB;
  9. memajukan kepentingan bersama dan kerja sama internasional;
  10. menghormati hukum dan kewajiban internasional lainnya.

 Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Nehru.
Konferensi ini akhirnya membawa kepada terbentuknya Gerakan Non-Blok pada 1961.


Pengaruh Konferensi Asia Afrika bagi Solidaritas dan Perjuangan Kemerdekaan Bangsa di Asia dan Afrika
     
Konferensi Asia Afrika membawa pengaruh yang besar bagi solidaritas dan perjuangan kemerdekaan bangsa di Asia dan Afrika. Pengaruh Konferensi Asia Afrika adalah sebagai berikut.
  • Perintis dalam membina solidaritas bangsa-bangsa dan merupakan titik tolak untuk mengakui kenyataan bahwa semua bangsa di dunia harus dapat hidup berdampingan secara damai.
  • Cetusan rasa setia kawan dan kebangsaan bangsa-bangsa Asia Afrika untuk menggalang persatuan.
  • Penjelmaan kebangkitan kembali bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.
  •  Pendorong bagi perjuangan kemerdekaan bangsa di dunia pada umumnya serta di Asia dan Afrika khususnya.
  • Memberikan pengaruh yang besar terhadap perjuangan bangsa-bangsa di Asia dan Afrika dalam mencapai kemerdekaannya.
  • Banyak negara-negara Asia-Afrika yang merdeka kemudian masuk menjadi anggota PBB.

Pengaruh terhadap bangsa Eropa/dunia

  • Konferensi Asia Afrika mampu menjadi penengah dua blok yang saling berseteru sehingga dapat mengurangi ketegangan/détenteakibat Perang Dingin dan mencegah terjadinya perang terbuka.
  • Gagasan Konferensi Asia Afrika berkembang lebih luas lagi dan diwujudkan dalam Gerakan Non Blok.
  • Politik bebas aktif yang dijalankan Indonesia, India, Burma (Myanmar), dan Sri Lanka tampak mulai diikuti oleh negara-negara yang tidak bersedia masuk Blok Timur ataupun Blok Barat.
  • Belanda cemas dalam menghadapi kelompok Asia Afrika di PBB sebab dalam Sidang Umum PBB, kelompok tersebut mendukung tuntutan Indonesia atas kembalinya Irian Barat ke pangkuan RI.
  • Australia dan Amerika Serikat mulai berusaha menghapuskan diskriminasi ras di negaranya.
  • Negara-negara kolonialisme dan imperialisme mulai melepaskan daerah-daerah jajahannya.

Konferensi Asia Afrika dan pengaruhnya terhadap solidaritas antarbangsa tidak hanya berdampak pada negara-negara di Asia dan Afrika, tetapi juga bergema ke seluruh dunia.


                 http://sombadebata.blogspot.com
                 http://gamapenta.blogspot.com
                 http://www.gurusejarah.com

Pancasila Sebagai Identitas Nasional


Pengertian Identitas Nasional

     Kata “identitas” berasal dari kata “identity” yang berarti ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan orang lain, contohnya bendera dan lagu kebangsaan setiap negara akan berbeda dengan negara lain. Sedangkan dalam terminologi antropologi kata “identitas” diartikan sebagai sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kasadaran diri sendiri, golongan, kelompok, komunitas atau negara lain.
Kata “nasional” bearti identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik seperti budaya, agama dan bahsa maupun non fisik seperti keinginan, cita-cita dan tujuan.
      Oleh karena itu identitas nasional dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya adalah manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khasnya dan dengan ciri khas tersebutlah suatu bangsa akan berbeda dengan bangsa lain. Sehingga dengan demikian, maka identitas nasional akan melahirkan tindakan kelompok yang disebut atribut nasional.
Pengertian lain dari Identitas nasional adalah suatu ciri khas yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain.

Pengertian identitas nasional menurut beberapa pakar :

  • Berger

Dalam bukunya yang berjudul “The Capitalis Revolution” era globalisasi dewasa ini ideologi kapitalislah yang akan menguasai dunia serta mengubah masyarakat satu persatu menjadi sistem internasional yang menentukan nasib bangsa-bangsa dibidang sosial, politik, dan kebudayaan.
Fujukama
Membawa perubahan ideologi partikuker keraah universal dan kapitalismelah yang akan menguasai dunia. Dalam menghadapi proses perubahan tersebut sangat tergantung kemampuan bangsa itu sendiri.
  • Toyanbee

     Ciri khas ciri suatu bangsa yang merupakan lokal genius dalam menghadapi tantangan dan respon. Jika tantangan besar sementara respon kecil maka bangsa tersebut akan punah. Namun apabila tantangan kecil sementara respon besar maka bangsa tersebut akan berkembang menjadi bangsa yang kreatif.Kepribadian seabagai suatu identitas nasional suatu bangsa adalah keseluruhan atau totalitas dari kepribadian individu-individu sebagai urutan yang membentuk bangsa tersebut. Identitas nasional tidak dapat dipisahkan dengan pengertian peoples character atau national identity.
  • Robert De Ventos

     Dalam bukunya “The Power of Identity”, ia mengemukakan bahwa selain faktor intensitas, teritorial, bahasa, agama serta budaya juga harus dipahami dalam konteks arti dinamis yaitu bangsa tersebut melakukan akselerasi dalam pembangunan termasuk proses interaksinya secara global dengan dunia internasional.  

Pengertian Pancasila sebagai identitas  Nasional

Sebagai identitas nasional, Pancasila sebagai kepribadian bangsa harus mampu mendorong bangsa Indonesia secara keseluruhan agar tetap berjalan dalam koridornya yang bukan berarti menentang arus globalisasi, akan tetapi lebih cermat dan bijak dalam menjalani dan menghadapi tantangan dan peluang yang tercipta. Bila menghubungkan kebudayaan sebagai karakteristik bangsa dengan Pancasila sebagai kepribadian bangsa, tentunya kedua hal ini merupakan suatu kesatuan layaknya keseluruhan sila dalam Pancasila yang mampu menggambarkan karakteristik yang membedakan Indonesia dengan negara lain.

Unsur-unsur pembentuk identitas Nasional

Unsur-unsur pembentuk identitas yaitu:
  1. Suku bangsa: adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialeg bangsa.
  2. Agama: bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Agama-agama yang tumbuh dan berkembang di nusantara adalah agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Agama Kong Hu Cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. Namun sejak pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid, istilah agama resmi negara dihapuskan.
  3. Kebudayaan: adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang isinya adalah perangkat- perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung- pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagi rujukan dan pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.
  4. Bahasa: merupakan unsure pendukung Identitas Nasonal yang lain. Bahasa dipahami sebagai system perlambang yang secara arbiter dientuk atas unsure-unsur ucapan manusia dan yang digunakan sebgai sarana berinteraksi antar manusia.

Dari unsur-unsur Identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya  sebagai berikut :
  • Identitas Fundamental, yaitu pancasila merupakan falsafah bangsa, Dasar Negara, dan Ideologi Negara
  • Identitas Instrumental yang berisi UUD 1945 dan tata perundangannya, Bahasa Indonesia, Lambang  Negara, Bendera Negara, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Identitas Alamiah, yang meliputi Negara kepulauan (Archipelago) dan pluralisme dalam suku, bahasa, budaya, dan agama, serta kepercayaan.

Pancasila Sebagai Identitas Nasional
     
     Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional, memiliki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Tatkala bangsa Indonesia berkembang menuju fase nasionalisme modern, diletakkanlah prinsip-prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas dalam hidup berbangsa dan bernegara. Prinsip-prinsip dasar itu ditemukan oleh para pendiri bangsa, yang diangkat dari filsafat hidup atau pandangan hidup bangsa Indonesia , yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat negara yaitu Pancasila. Jadi dasar filsafat suatu bangsa dan negara berakar pada pandangan hidup yang bersumber kepada kepribadiannya sendiri. Hal ini menurut Titus dikemukakan bahwa salah satu fungsi filsafat adalah kedudukannya sebagai suatu pandangan hidup masyarakat.
Dapat pula dikatakan bahwa pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan negara Indonesia pada hakekatnya bersumber kepada nilai-nilai budaya dan keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai kepribadian bangsa. Jadi filsafat Pancasila ini bukan muncul secara tiba-tiba dan dipaksakan oleh suatu rezim atau penguasa melainkan suatu fase historis yang cukup panjang. Pancasila sebelum dirumuskan secara formal yudiris dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai dasar filsafat Negara Indonesia, nilai-nilainya telah ada pada bangsa Indonesia, dalam kehidupan sehari-hari sebagai suatu pandangan hidup, sehingga materi Pancasila yang berupa nilai-nilai tersebut tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri. Dalam pengertian seperti ini menurut Notonegoro bangsa Indonesia adalah sebagaikausa materialis Pancasila. Nilai-nilai tersebut kemudian diangkat dan dirumuskan secara formal oleh para pendiri negara untuk dijadikan sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Proses perumusan materi Pancasila secara formal tersebut dilakukan dalam sidang-sidang BPUPKI pertama, sidang “Panitia 9”, sidang BPUPKI kedua, serta akirnya disyahkan secara formal yudiris sebagai dasar filsafat Negara Republik Indonesia.
Nilai-nilai esensial yang terkandung dalam Pancasila  yaitu : Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan serta Keadilan, dalam kenyataannya secara objektif telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala sebelum mendirikan negara. Dasar-dasar pembentukan nasionalisme modern menurut Yamin dirintis oleh para pejuang kemerdekaan bangsa, antara lain rintisan yang dilakukan oleh para tokoh pejuang kebangkitan nasional pada tahun 1908, kemudian dicetuskan pada Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Akhirnya titik kulminasi sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk menemukan identitas nasionalnya sendiri, membentuk suatu bangsa dan negara Indonesia tercapai pada tanggal 17 Agustus 1945, yang kemudian diproklamasikan sebagai suatu kemerdekaan bangsa Indonesia. Oleh karena itu akar-akar nasionalisme Indonesia yang berkembang dalam perspektif sejarah sekaligus juga merupakan unsur-unsur identitas nasional, yaitu nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam sejarah terbentuknya bangsa Indonesia.

jadi,Pancasila sebagai Kepribadian dan  Identitas Nasional karena Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional, memilki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia .Tatkala bangsa Indonesia berkembang menuju fase nasionalisme modern, diletakanlah prinsip-prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas dalam filsafat hidup berbangsa dan bernegara.
Prinsip-prinsip dasar itu ditemukan oleh para pendiri bangsa yang diangkat dari filsafat hidup bangsa Indonesia, yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat Negara yaitu Pancasila. Jadi, filsafat suatu bangsa dan Negara berakar pada pandangan hidup yang bersumber pada kepribadiannya sendiri.


               http://mellamela3.blog.com
               http://rhizzhkudo.blogspot.com