Senin, 23 Maret 2015

INDONESIAKU

              
     SANG TARIAN

     Indonesia  sebuah  negara yang memiliki ±17.508 pulau, ±1.128 suku bangsa dan ±746 bahasa daerah.Membuat negara ini menjadi sangat kaya akan tradisi yang dimillikinya.Salah satunya adalah tarian khasnya.
Setiap pulau dan suku di negara ini memiliki tarian khas  mereka masing-masing.  
Tarian  yang dimiliki Indonesia tentu dapat mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia.Tarian ini lahir dari dalam diri masyarakat, dari kebiasaan masyarakat Itu sendiri,dan memiliki makna tersendiri.
     Satu suku saja di negara ini,tarian khas yang mereka miliki bukan hanya ada satu maupun dua saja ,bahkan dapat lebih dari itu.
Misalkan,Suku Batak Toba yang  bukan hanya  memiliki 1 jenis tari tor-tor,tetapi memiliki beberapa jenis lagi,diantaranya tor-tor pangurason,tor-tor sipitu cawan,tor-tor tunggal panaluan dan tarian tumba.
   Mayoritas diantara tarian tersebut lahir dari gerakan ritual dan upacara keagamaan,dimana tarian ini merupakan tarian yang belum bersentuhan maupun terpengaruh oleh kebudayaan asing.
Seperti,tarian perang dari  papua,tarian Hudog dari suku dayak untuk pertanian,tari tobe dari suku asmat yang dahulu dilakukan ketika kepala suku memerintah rakyat untuk berperang dan Tari Sanghyang Dedari adalah suci tarian istimewa di Bali, dimana gadis yang belum beranjak dewasa menari dalam kondisi mental tidak sadar yang dipercaya dirasuki roh suci. Tarian ini bermaksud mengusir roh-roh jahat dari sekitar desa. Tari Gumatere Dimaksudkan untuk meminta petunjuk atas suatu persoalan ataupun fenomena alam yang sedang terjadi. Tarian ini dibawakan oleh 30 orang penari pria dan wanita. Penari pria menggunakan tombak dan pedang sedangkan penari wanita menggunakan lenso.
     
     Sebagian tarian khas Indonesia ini juga lahir dari pengaruh Hindu-Budha.Dengan diterimanya agama dharma di Indonesia, Hinduisme dan Buddhisme dirayakan dalam berbagai ritual suci dan seni. Kisah epik Hindu seperti Ramayana, Mahabharata dan juga Panji menjadi ilham untuk ditampilkan dalam tari-drama yang disebut "Sendratari" menyerupai "ballet" dalam tradisi barat.  
     Tarian Jawa Wayang orang mengambil cuplikan dari episode Ramayana atau Mahabharata. Akan tetapi tarian ini sangat berbeda dengan versi India. Meskipun sikap tubuh dan tangan tetap dianggap penting, tarian Indonesia tidak menaruh perhatian penting terhadap mudra sebagaimana tarian India,bahkan lebih menampilkan bentuk lokal. Tari keraton Jawa menekankan kepada keanggunan dan gerakannya yang lambat dan lemah gemulai, sementara tarian Bali lebih dinamis dan ekspresif. Tari ritual suci Jawa Bedhaya,tari ini berasal dari tari ritual yang dilakukan oleh gadis perawan untuk memuja Dewa-dewa Hindu seperti Shiwa, Brahma, dan Wishnu.

 Terdapat juga tarian yang lahir karena pengaruh agama islam,yang masuk ke Indonesia seperti tari zapin melayu dan Tari Saman dari Aceh, Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.

 Semua tarian  yang dimiliki Indonesia ini telah dapat menjadi salah satu daya tarik wisata,yang membuat para turis lokal terutama mancanegara semakin merasa penasaran dan ingin tahu tentang Indonesia lebih jauh lagi.
Karena bagi turis lokal terutama turis mancanegara hal ini sangat unik dan sesuatu yang baru bagi mereka.Inilah yang menyebabkan daya tarik tarian tradisional ini pun,tidak kalah dengan daya tarik Icon Destinasi Wisata di berbagai daerah di Indonesia.
  
  Walaupun tak dapat disangkal,tarian  yang dimiliki negara ini belum dapat menjadi atraksi  wisata  utama di Indonesia.Tarian tradisional Indonesia masih hanya dipromosikan sebagai pendukung atraksi wisata utama. Ini tidak seperti tari Salsa dari Cuba dan Amerika Utara ,maupun tari Samba dari Brazil,yang telah menjadi icon wisata utama negara tersebut.
     Bahkan terkadang orang yang diluar negara ini lebih dapat menilai bahkan memahami keindahan dan keunikan tarian milik kita sendiri (Indonesia) ,Sehingga ini yang mungkin menjadi salah satu alasan mengapa Pemerintah negara tetangga kita Malaysia,ingin memiliki bahkan mematenkan  beberapa tarian tersebut menjadi milik 'mereka',seperti tari tor-tor,tari piring,tari reog ponorogo dan tari kuda lumping.
    Beberapa faktor yang mungkin juga dapat menjadi penyebab negara lain berani untuk mengklaim tarian Indonesia yaitu :
· Kesadaran generasi muda  yang kurang akan pentingnya tarian khas
· Optimalisasi pemberdayaan aset budaya khususnya tarian tradisional dirasakan masih kurang,
· Sebagian besar masyarakat Indonesia belum menjadikan rasa ingin menjaga dan ingin melestarikan kebudayaanya.
·  Pemerintah kurang memperhatikan tarian khas suatu daerah

Sudah sepantasnya kita mengenal dan mengetahui,tarian tradisional (khas) yang terdapat di Indonesia,setidaknya mengerti dan memahami tarian khas dari daerah atau dari suku kita masing-masing.Agar kita semakin mencintai suku kita,suku-suku di Indonesia terutama negara kita, Indonesia.



Referensi:    - wikipedia
                    - http://pengklaimanbudaya.blogspot
                    -  kompas







Tidak ada komentar:

Posting Komentar