Rabu, 02 November 2016

Prinsip Etika Bisnis

   
SPBU "CERDIK"

   
    Dalam menjalankan bisnis, perusahaan yang baik tidak hanya berorientasi untuk menghasilkan laba saja. Perusahaan juga harus memiliki etika dan tanggung jawab sosial yang baik. Namun, pada masa ini terdapat beberapa aktivitas bisnis dijalankan dengan melanggar prinsip etika bisnis, demi memperoleh laba maksimal dengan biaya seminimal mungkin. 

Prinsip Etika bisnis
     Prinsip etika bisnis yang berada di suatu negara tidak terlepas dari nilai-nilai yang berlaku di negara tersebut. 
  1. Prinsip Otonomi
    Perusahaan bebas memiliki kewenangan sesuai dengan bidang yang telah dikuasai Sesuai dengan visi dan misi perusahaan tersebut. Contoh otonomi dalam etika bisnis perusahaan tidak bergantung dengan perusahaan lain dalam mengambil keputusan bisnis. Perusahaan tersebut bebas mengambil keputusan apapun yang sesuai dengan visi misinya.
    Dalam menjalankan prinsip otonomi ini 2 perusahaan atau lebih bisa berkomitmen dalam menjalankan etika bisnis ini, namun masing-masing perusahaan dimungkinkan untuk mengambil pendekatan yang berbeda-beda dalam menjalankanya. Sebab masing-masing perusahaan memiliki kondisi karakter internal dan strategi yang berbeda dalam mencapai tujuan serta visi misi dari perusahaan tersebut.
  2. Prinsip kejujuran

    Prinsip kejujuran dalam etika bisnis merupakan nilai yang paling dasar untuk mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Kegiatan bisnis akan bisa berhasil dan sukses bila setiap individu yang terlibat dalam kegiatan bisnis menerapkan prinsip kejujuran. Pada dasarnya prinsip kejujuran ini harus ditanamkan dalam setiap kegiatan bisnis. Hal yang paling penting dalam menerapakan prinsip ini dalam bisnis adalah dengan memulai menerapakan prinsip ini pada diri kamu dahulu. Jika kamu sebagai pimpinan perusahaan mampu untuk menerapakan prinsip ini, tentu akan menjadi contoh bagi semua karyawan yang bekerja di perusahaanmu.
  3. Prinsip keadilan
    Dalam menerapakan prinsip keadilan semua pihak yang terkait dalam bisnis harus memberikan kontribusi baik itu secara langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis. Oleh karena itu semua pihak harus memiliki akses yang positif sesuai dengan kemampuan dan peran yang sudah diberikan kepada masing-masing terhadap keberhasilan bisnis ini. Contoh prinsip keadilan dalam etika bisnis seperti alokasi sumber daya ekonomi kepada semua pemilikfaktor ekonomi. Hal ini bisa dilkukan dengan membuat kesepakatan tentang harga konsumen dan juga harga pemasok bahan baku serta alat-alat produksi.
  4. Prinsip hormat pada diri sendiri
    Prinsip ini akan memberikan dampak pada bisnis itu sendiri. Dalam menjalankan bisnis masyarakat sebagai konsumen merupakan cerminan bagi bisnis kita. Bila bisnis kita memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat tentu itu akan berdampak positif dengan bisnis yang kita jalankan dan begitu juga sebaliknya. Sebagai pengelola perusahaan sudah menjadi kewajiban untuk memberikan respek kepada siapapun yang terlibat dalam aktivitas bisnis. Dengan demikian pasti semua pihak akan memberikan respek yang sama terhadap perusahaan yang kita kelola. Sebagai contoh prinsip menghormati diri sendiri dalam etika bisnis: Manajemen perusahaan dengan team work-nya memiliki sistem kerja yang berorientasi kepada pelanggan akan makin fanatik terhadap perusahaan. Demikian juga, jika sistem manajemen berorientasi pada pemberian kepuasan kepada karyawan yang berprestasi karena sepadan dengan prestasinya maka dapat dipastikan karyawan akan makin loyal terhadap perusahaan.

Contoh Kasus Kecurangan dalam Bisnis

SPBU REMPOA


    Praktik curang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34-12305 di Rempoa, Tangerang Selatan,  SPBU itu diketahui mengurangi takaran bahan bakar ke konsumen.
SPBU tersebut melakukan kecurangan dengan cara memasang alat kecil yang dilengkapi sensor jarak jauh yang berbentuk seperti remote kunci mobil yang mampu memainkan jumlah takaran yang keluar dari dispenser. Sensor dalam alat kecil di dispenser itu terhubung dengan kotak berukuran 15 x 10 x 5 cm. Dengan menggunakan remote control tersebut petugas SPBU dapat mengatur takaran BBM normal atau tidak. Selain itu, para pelaku juga memasangkan mesin digital regulator stabilizer merek Bostech untuk mempengaruhi daya arus listrik yang mengalir dari dispenser pengisian BBM. Alat tersebut dapat mempengaruhi putaran mesin dalam dispenser pengisian BBM sehingga jumlah BBM yang keluar dari Nozzle tidak sebagaimana mestinya.
      Kecurangan ini menyebabkan konsumen mengalami kerugian, karena SPBU mengurangi takaran bahan bakar yang diisi oleh konsumen. Misal, Saya  mengisi bahan bakar 20 liter. Namun akibat kecurangan yang dillakukan petugas, bahan bakar yang masuk ke dalam kendaraan saya hanya 19 liter. Sehingga, saya mengalami kerugian dana dan jarak tempuh kendaraan saya juga berkurang. Dalam kasus ini, SPBU tidak jujur dalam menjalankan bisnisnya.















Referensi: Universitas Indonesia 
                 sarungpreneur.com
                 www.suara.com
                 bisnis.liputan6.com

Minggu, 23 Oktober 2016

ETIKA BISNIS



   Promosi Melanggar


Setiap perusahaan,yang telah menghasilkan produk, tentu ingin produk tersebut dapat terjual sesuai target yang telah ditentukan. Sebelum itu terlebih dahulu perusahaan harus memperkenalkan produk tersebut pada konsumen. Memperkenalkan produk kepada konsumen dapat dilakukan melalui promosi (Iklan). Pada masa ini, media untuk memperkenalkan produk konsumen sangatlah beragam, baik yang hanya visual atau audio, maupun media yang audio visual seperti, Televisi.

  • PROMOSI

          Promosi merupakan upaya untuk memberitahukan dan menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan mendapatkan calon konsumen untuk menkonsumsi produknya. Dengan adanya promosi produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan.
Salah satu cara dalam melakukan promosi adalah melalui iklan, terutama iklan yang ditayangkan melalui Televisi. Televisi banyak dipilih produsen dalam memperkenalkan produk mereka pada konsumen, karena jangkauannya yang lebih luas dibandingkan media lai seperti, koran dan radio.
Sayangnya, dalam mempromosikan produknya kadang produsen melanggar etika bisnis yang ada, baik yang disengaja maupun tidak di sengaja.

  • ETIKA BISNIS
        Etika bisnis adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang masih berkaitan dengan personal, perusahaan ataupun masyarakat. atau bisa juga diartikan pengetahuan tentang tata cara ideal dalam pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal secara ekonomi maupun sosial.
Dalam menerapkan etika dalam berbisnis perusahaan harus memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku di dalam masyarakat/Negara.



Contoh Kasus: 

CAT AVIAN

     

     Iklan cat Avian yang ditayangkan 2013. Ceritanya dimulai ketika seseorang mengecat bangku yang berada di taman dengan warna biru. Lalu saat tukang cat ingin menempelkan kertas yang bertuliskan “AWAS CAT BASAH” pada bangku tersebut, kertas terbawa angin sehingga tukang cat mengejar kertas tersebut. Ketika si tukang cat mengejar kertas, ada seorang wanita datang dan langsung duduk di bangku yang baru selesai di cat tersebut. Tidak lama kemudian si tukang cat kembali , dengan wajah takut ia melihat wanita yang menggunakan pakaian serba putih itu, ia takut baju si wanita telah terkena cat.Akhirnya ia menunjukkan kertas tersebut pada wanita itu, Wanita itu pun jengkel lalu  mengecek roknya apakah terkena cat atau tidak. Pada bagian ini, wanita menyibak roknya agak tinggi sehingga pahaya terlihat dan pakain dalamnya juga.

Atas dasr inilah, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat melayangkan surat teguran kepada lima stasiun televisi yakni TV One, Global TV, SCTV, Trans 7 dan PT Cipta TPI terkait penayangan iklan “Cat Kayu dan Besi Avian” yang dinilai melanggar aturan P3 dan SPS KPItahun 2012. 
Demikian dijelaskan dalam surat teguran yang diberikan KPI Pusat kepada kelima stasiun tersebut yang ditandatangani Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto. Bentuk pelanggaran yang dilakukan yaitu penayangan secara close up tubuh bagian paha talent wanita yang mengangkat roknya sesaat setelah diberitahu tulisan “awas cat basah” oleh talent pria yang mengecat kursi. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap pelarangan dan pembatasan adegan seksual, ketentuan siaran iklan, dan norma kesopanan.
Sebelumnya, KPI Pusat telah mengirimkan surat No. 349/K/KPI/06/13 tertanggal 20 Juni 2013 perihal peringatan tertulis atas iklan tersebut kepada seluruh stasiun TV Dalam surat tersebut, KPI Pusat telah meminta kepada semua stasiun TV untuk segera melakukan evaluasi internal dengan cara melakukan editing pada adegan sebagaimana yang dimaksud di atas.

Aturan yang telah dilanggar:
1. Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia tahun 2012

    Pasal 9
BAB V PENGHORMATAN TERHADAP NILAI 
DAN NORMA KESOPANANDAN KESUSILAAN
Pasal 9 
Lembaga penyiaran wajib menghormati nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan yangberlaku dalam masyarakat.


Pasal 16

BAB XII 

PROGRAM SIARAN BERMUATAN SEKSUAL
Pasal 16 

Lembaga penyiaran wajib tunduk pada ketentuan pelarangan dan/atau pembatasanprogram siaran bermuatan seksual. 



Pasal 43
BAB XXIII
SIARAN IKLAN 
Pasal 43 
Lembaga penyiaran wajib tunduk pada peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang periklanan dan berpedoman pada Etika Pariwara Indonesia.

2.Standar Program Siaran 

Pasal 9 ayat (2)
BAB V
PENGHORMATAN TERHADAP NORMA KESOPANAN DAN KESUSILAAN
Pasal 9 (2) 
Program siaran wajib berhati-hati agar tidak merugikan dan menimbulkan dampaknegatif terhadap keberagaman norma kesopanan dan kesusilaan yang dianut oleh masyarakat. 

Pasal 18 huruf h 
BAB XII 
PELARANGAN DAN PEMBATASAN SEKSUALITAS

Pasal 18 Program siaran yang memuat adegan seksual dilarang: mengeksploitasi dan/atau menampilkan bagian-bagian tubuh tertentu, seperti: paha,bokong, payudara, secara close up dan/atau medium shot.



Iklan yang ditayangkan cat avian terbukti telah melanggar norma dan budaya yang ada di Indonesia. Sebaiknya, produsen cat avian lebih kreatif lagi dalam  mempromosikan produknya, tentunya lebih memperhatikan norma dan budaya yang berlaku dimana produk di promosikan, agar produk dapat lebih diterima dan memiliki citra yang bagus di mata masyarakat. Sehingga tidak merugikan perusahaan itu sendiri. 


Referensi : dokumen.tips
                     


Senin, 10 Oktober 2016

Wijaya Karya


CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY


     Kehadiran Perusahaan dapat dikatakan sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung pembangunan pada satu wilayah mamupun negara. Perusahaan diharapkan menghasilkan profit yang maksimal sebagai prinsip dasar ekonomi dari suatu perusahaan. Perusahaan juga harus dapat memanfaatkan sumberdaya yang terbatas untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.
     Perusahaan pada era ini, bukan hanya bertujuan untuk menghasilkan keuntungan maksimalnya, namun perusahaan menyadari akan arti pentingnya keseimbangan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dalam menjaga keberlangsungan perusahaan tersebut.
Kini semakin banyak perusahaan memenuhi tanggung jawab sosialnya (Corporate Social Responsibility). Tanggung jawab sosial perusahaan tersebut diwujudkan dalam beragam bentuk kegiatan, dimana perusahaan sebagai pelaksana yang melibatkan mitra-mitra yang kompeten di bidangnya. 


Tujuan penulisan

  • Mengetahui program CSR yang dilakukan oleh WIKA.
  • Mengetahui manfaat program CSR yang dilakukan WIKA bagi perusahaan dan masyarakat.

TEORI
  
Definisi CSR:
  1. Menurut Schermerhorn (1993), CSR sebagai suatu kepedulian organisasi bisnis untuk bertindak dengan cara-cara mereka sendiri dalam melayani kepentingan organisasi dan kepentingan publik eksternal.
  2. Menurut ISO 26000, CSR merupakan Tanggung jawab sebuah organisasi terhadap dampak-dampak dari keputusan-keputusan dan kegiatan-kegiatannya pada masyarakat dan lingkungan yang diwujudkan dalam bentuk perilaku transparan dan etis yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat; mempertimbangkan harapan pemangku kepentingan, sejalan dengan hukum yang ditetapkan dan norma-norma perilaku internasional; serta terintegrasi dengan organisasi secara menyeluruh.
Adapun 5 pilar yang mencakup kegiatan CSR yaitu:
  1. Pengembangan kapasitas SDM di lingkungan internal perusahaan maupun lingkungan masyarakat sekitarnya.
  2. Penguatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan wilayah kerja perusahaan.
  3. Pemeliharaan hubungan relasional antara korporasi dan lingkungan sosialnya yang tidak dikelola dengan baik sering mengundang kerentanan konflik.
  4. Perbaikan tata kelola perusahaan yang baik
  5. Pelestarian lingkungan, baik lingkungan fisik, social serta budaya.
Pembahasan

A. Sejarah Singkat Wika
    Dimulai sebagai sub-kontraktor, di akhir 1960-an WIKA berkembang menjadi pemborong pemasangan jaringan listrik tegangan rendah, menengah, dan tinggi. Di awal tahun 1970, WIKA memperluas usahanya menjadi perusahaan kontraktor sipil dan bangunan perumahan. Perusahaan memasuki babak baru pada 20 Desember 1972, perusahaan berubah status menjadi Perseroan Terbatas Wijaya Karya (Persero). WIKA selalu melakukan terobosan. Berevolusi menjadi perusahaan infrastruktur yang terintegrasi melalui pengembangan sejumlah anak perusahaan. Di antaranya WIKA Beton, WIKA Intrade, dan WIKA Realty. 

B. Kegiatan CSR yang dilakukan oleh WIKA:
  • WIKA bekerjasama dengan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat menyelenggarakan Workshop Manajemen Administrasi Kontrak. Workshop yang dilaksanakan di Merauke, Papua Barat pada tanggal 31 Maret 2016. Workshop ini turut dihadiri dan dibuka oleh Jajaran Manajemen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. yaitu Sekretaris Perusahaan Bapak Suradi, General Manager Departemen Sipil Umum 3 Bapak Adhiyasa Yutono serta muspida setempat. Workshop bertujuan untuk mempersiapkan Pengusaha Asli Papua yang mandiri serta terbangunnnya jaringan kemitraan antar lintas pelaku usaha baik di tingkat daerah maupun nasional melalui pengembangan jaringan kerjasama lintas pelaku usaha yang berkelanjutan.
  • Sebagai wujud kepedulian dalam bidang kemanusiaan dan kesehatan, Perseroan melalui Program CSR WIKA Peduli, kembali melakukan kegiatan Donor Darah di Gedung WIKA lantai 11, Rabu (4/6) Kegiatan Donor kali ini berhasil menyumbangkan 125 kantung darah dari mayoritas pendonor yang merupakan karyawan WIKA. Donor darah WIKA dilaksanakan rutin setiap tiga bulan sekali bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai lembaga yang menampung dan mendistribusikan hasil donor darah tersebut.
  • WIKA memberikan beasiswa pendidikan kepada ratusan anak senilai Rp318 juta di Gedung WIKA, pemberian bantuan pendidikan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun dari kegiatan CSR di sektor Pendidikan, “WIKA berkeyakinan bahwa pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan taraf hidup dan memberantas kemiskinan, serta mendukung program pemerintah untuk mencerdaskan bangsa serta menciptakan generasi yang berdaya saing tinggi,” ujar Direktur Keuangan, Adji Frimantoro dalam sambutannya.
  • PT WIjaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) (BPUI), dan Surveyor Indonesia (Persero) (SI) turut serta dalam Program Siswa Mengenal Nusantara. Program Siswa Mengenal Nusantara merupakan program pertukaran pelajar antar Provinsi yang melibatkan BUMN, Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pariwisata Provinsi, dan siswa SMA dari 34 Provinsi di Indonesia. Para peserta Program Siswa Mengenal Nusantara merupakan hasil seleksi yang meliputi aspek ekonomi (kurang mampu), berprestasi, dan aktif dalam berorganisasi. Diharapkan dengan program ini, dapat menambah wawasan dan menumbuhkan motivasi bagi para siswa sebagai generasi penerus bangsa Indonesia di masa depan.
  • Sebagai wujud komitmen bersama dalam melestarikan lingkungan. PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) melalui Biro CSR (Corporate Social Responsibility) melakukan seremoni penanaman 70.000 pohon sengon di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Desa Pamijahan, Kabupaten Bogor. Acara tersebut dihadiri oleh Direksi WIKA, Bapak Adji Firmantoro beserta jajaran manajemen WIKA, perwakilan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Perwakian dari Indonesian Center for Biotechnology and Biodiversity (ICBB) beserta dewan Muspida setempat.
  • Dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan serta sebagai wujud kepedulian WIKA terhadap situasi masyarakat yang sedang resah terhadap harga kebutuhan sembako yang melonjak, WIKA berinisiatif mengadakan acara pembagian sembako gratis bagi masyarakat. Pembagian sembako gratis ini dilaksanakan di dua tempat. Sebanyak 1000 paket sembako gratis dibagikan di daerah Kelurahan Cipinang Cempedak, Jatinegara (daerah di belakang kantor pusat WIKA). Kemudian 500 paket sembako gratis turut juga dibagikan disekitar daerah Kawasan Industri WIKA (KIW) Cilengsi, Bogor.

C. Manfaat Program Corporate Social Responsibility  

    Bagi Masyarakat
  1. Membantu dalam meringkan beban pelajar yang berprestasi, namun memiliki ekonomi yang kurang mampu melalui kegiatan beasiswa.
  2. Menambah wawasan  dan motivasi siswa indonesia untuk lebih mengenal nusantara, agar dapat menjadi penerus bagi bangsa.
  3. Melakukan penghijauan lingkungan
  4. Membantu masyarakat yang kurang mampu
  5. Membantu negara(PMI), melalui kegiatan donor darah. Sehingga cadangan darah meningkat.
  6. Menciptakan generasi muda yang memiliki daya saing.
    Bagi Perusahaan
  1. Meningkatkan citra perusahaan WIKA dimata masyarakat dan calon investor.
  2. Kerja sama dengan perusahaan lain akan semakin baik dan meningkat
  3. Brand merk WIKA menjadi baik dan kuat dimata masyarakat.
  4. Membuat suatu perbedaan yang positif dengan pesaingnya.

Referensi: Wikipedia
                www.academia.edu
                www.wika.co.id
                seputar-mahasiswa


Sabtu, 01 Oktober 2016

KEHADIRAN INDOCEMENT

    Semen, tentu kita tidak asing lagi dengan benda ini, semen merupakan zat yang digunakan untuk merekat batu,bata, maupun bahan bangunan lainnya. Sebelum mencapai bentuk seperti sekarang, perekat dan penguat bangunan ini awalnya merupakan hasil percampuran batu kapur dan abu vulkanis. Pertama kali ditemukan pada zaman Kerajaan Romawi, tepatnya di Pozzuoli, dekat teluk Napoli, Italia. Bubuk itu lantas dinamai pozzuolana.
      Baru pada abad ke-18, John Smeaton, insinyur asal Inggris menemukan kembali ramuan kuno berkhasiat luar biasa ini. Dia membuat adonan dengan memanfaatkan campuran batu kapur dan tanah liat saat membangun menara suar Eddystone di lepas pantai Cornwall, Inggris. Joseph Aspdin, juga insinyur berkebangsaan Inggris, pada 1824 akhirnya mematenkan proses pembuatan cikal bakal semen ini. Aspidin mengurus hak paten ramuan yang kemudian dia sebut semen portland. Dinamai begitu karena warna hasil akhir olahannya mirip tanah liat Pulau Portland, Inggris. Hasil rekayasa Aspdin inilah yang sekarang banyak dipajang di toko-toko bangunan.
     Sekarang semen merupakan komoditas strategis, semen sudah dianggap sebagai kebutuhan pokok pembangunan manusia modern, sehingga menjadi sesuatu yang mutlak.

Indonesia juga mengalami pertumbuhan dalam konsumsi semen. Faktor utama yang menjadi pendorong pertumbuhan konsumsi semen domestik yaitu, pertumbuhan ekonomi nasional yang masih cukup baik, tingkat bunga yang menarik, pembangunan infrastruktur secara besar-besaran, dan tingkat konsumsi per kapita yang masih sangat rendah yang secara potensiil akan meningkatkan kebutuhan semen dengan meningkatnya daya beli, sehingga banyak  pabrik semen didirikan di berbagai wilayah Indonesia dengan tujuan memenuhi kebutuhan semen domestik maupun luar negeri, salah satu pabrik semen tersebut adalah PT. Indocement Tunggal Prakasa yang berlokasi di Citeureup, Bogor.

  
TEORI UTILITARIAN

     Teori utilitarian adalah pandangan yang menyatakan bahwa tindakan dan kebijakan perlu dievaluasi berdasarkan manfaat dan biaya yang dibebankan pada masyarakat. Dalam situasi apa pun, tindakan atau kebijakan yang “benar” adalah yang memberikan manfaat paling besar atau biaya paling kecil (bila semua alternatif hanya membebankan biaya  bersih). Sebuah prinsip moral yang mengklaim bahwa sesuatu dianggap benar apabila mampu menekan biaya sosial (social cost) dan memberikan manfaat sosial (social benefit).
       Secara singkat, prinsip utilitarian menyatakan bahwa: “Suatu tindakan dianggap benar dari sudut pandang etis jika dan hanya jika jumlah total utilitas yang dihasilkan dari tindakan tersebut lebih besar dari jumlah total utilitas oleh tindakan yang dapat dilakukan.”

Prinsip ini mengandung tiga kriteria yaitu: 
  1.  Kita harus menentukan tindakan-tindakan atau kebijakan alternatif apa saja yang dapat kita lakukan dalam situasi tersebut. Dalam hal ini, kriteria yang dapat dijadikan dasar objektif untuk menilai suatu perilaku atau tindakan adalah manfaat atau utlitas (utility), yaitu apakah tindakan atau perilaku benar jika menghasilkan manfaat, sedangkan perilaku atau tindakan salah mendatangkan kerugian. 
  2. Untuk setiap tindakan alternatif, kita perlu menentukan manfaat dan biaya langsung dan tidak langsung yang akan diperoleh dari tindakan tersebut bagi semua orang yang dipengaruhi oleh tindakan itu di masa yang akan datang. Kriteria kedua adalah manfaat yangterbanyak. Untuk penilaian kebijakan atau tindakan itu sendiri, maka suatu kebiakan atau tindakan benar atau baik secara moral bila kebijakan atau tindakan tersebut memberikan lebih banyak manfaat dibandingkan dengan kerugian yang ditimbulkannya. 
  3. Alternatif yang memberikan jumlah utilitas paling besar wajib dipilih sebagai tindakan yang secara etis tepat. Kriteria ini mengandung pengertian tentang untuk siapa manfaat terbanyak tersebut. Suatu tindakan atau kebijakan baik atau benar secara moral jika memberikan manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang.

PENGARUH KEHADIRAN PABRIK INDOCEMENT

MANFAAT 
  • Pembangunan Pabrik Indocement, memberi konstribusi dan merupakan salah satu faktor pendukung untuk mengurangi angka pengangguran, munculnya lapangan pekerjaan baru. Indocement, mengutamakan masyarakat yang berada di sekitar lingkungan pabrik untuk bekerja di pabrik tersebut. 
  • Pendapatan masyarakat sekitar,yang tidak bekerja dalam pabrik tersebut bertambah, dengan membuka usaha yang menyediakan makanan atau kebutuhan harian bagi para karyawan yang bekerja di sekitar kawasan industry dan membuka usaha tempat tinggal kontrak untuk karyawan indocement.
  • Terjadinya pemerataan penduduk, dimana para tenaga kerja tak hanya berfokus di pusat kota karena daerah sekitar kawasan industri biasanya akan disewa atau dibeli untuk ditempati para tenaga kerja yang bekerja di kawasan industri untuk memudahkan mereka menjangkau tempat kerja. Tentu hal ini akan mengurangi kepadatan penduduk di kota dan membuat pemerataan penduduk terbagi ke beberapa wilayah. 
  • Bertambahnya pendapatan daerah maupun Negara, dari pajak yang dikenakan terhadap Indocement.

DAMPAK NEGATIF

  • Bahan baku semen sebagian merupakan jenis bebatuan yang tergolong sumberdaya alam yang tidak terbarukan. Eksplorasi yang terus menerus dan berlebihan, pasti akan mengganggu keseimbangan lingkungan. Misalnya, berkurangnya ketersediaan air tanah.
  • Proses produksi semen, menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) dalam jumlah yang banyak sehingga sangat mempengaruhi kondisi atmosfer dan mempercepat terjadinya pemanasan global. Misalnya: Meningkatnya suhu udara.


Referensi :

Selasa, 31 Mei 2016

LAPORAN

Pengertian :
Laporan adalah segala sesuatu, baik peristiwa atau kegiatan yang telah dilakukan yang dilaporkan dapat berbentuk lisan maupun tulisan, berdasarkan fakta yang terjadi.

contoh :

Laporan posisi keuangan Ciputra Surya


SINTESIS

Pengertian
      Menurut  KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Sintesis merupakan perpaduan pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan tang selaras.

Contoh :
       
Pengertian Saham

1. Menurut Gumanti
Ekuitas perusahaan mewakili kepemilikan dalam suatu badan usaha. Jika ekuitas merupakan   kepemilikan gabungan dalam suatu perusahaan atas sejumlah investor, maka ekuitas tersebut disebut sebagai saham. 
2. Menurut Sjahrial
Saham merupakan, surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas. Investor yang membeli saham, maka Ia juga akan menjadi pemilik perusahaan.

Jadi, saham merupakan Ekuitas perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas, yang dapat dibeli oleh investor, dan dengan membeli ekuitas tersebut investor akan menjadi pemilik perusahaan.


Minggu, 24 April 2016

Jenis dan Perbedaan Penelitian

Ketika, menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Setiap mahasiswa akan diberikan tugas, berupa penelitian sebagai salah syarat kelulusan mahasiswa tersebut dalam menjalankan pendidikan di perguruan tinggi. 
Berikut beberapa contoh jenis Penulisan / Penelitian yang terdapat di perguruan tinggi :

A. SKRIPSI

  •   Nama peneliti : ANNISA META CEMPAKA WANGI (Skripsi, 2010)
  •  Judul penelitian : ANALISIS MANAJEMEN LABA DAN KINERJA KEUANGAN   PERUSAHAAN PENGAKUISISI SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DAN AKUISISI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2009



·         Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris apakah perusahaan pengakuisisi melakukan manajemen laba sebelum pelaksanaan merger dan akuisisi. Selain itu bertujuan untuk mengetahui perubahan kinerja keuangan perusahaan pengakuisisi sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Manajemen laba yang dilakukan oleh perusahaan adalah dengan proksi discretionary accrual (DA). Kemudian untuk pengukuran kinerja perusahaan diukur dengan rasio-rasio keuangan meliputi total asset turnover, net profit margin, dan return on asset. Analisis dilakukan dengan menggunakan independent sample t-test dan paired sample test. Hasil sampel menunjukkan bahwa tidak ada indikasi manajemen laba sebelum merger dan akuisisi yang dilakukan dengan income increasing accruals. Selanjutnya kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan rasio total asset turnover mengalami kenaikan sesudah merger dan akuisisi, sedangkan net profit margin dan return on asset mengalami penurunan sesudah merger dan akuisisi.

·         Metode penelitian : Metode penelitian yang dilakukan penulis adalah menggunakan metode korelasional dimana dalam penelitian ini penulis mencoba mengungkapkan hubungan-hubungan antar variabel yang terdapat dalam judul skripsi ini. Data yang berhasil dikumpulkan selama penelitian kemudian diproses untuk dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan dasar-dasar teori yang ada sehingga dapat memperjelas gambaran mengenai objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi :
1. Penelitian lapangan atau field research. Yaitu peninjauan lansung ke perusahaan yang  diteliti untuk memperoleh data primer. Data primer ini penyusun dapat melalui :
  • Observasi, yaitu mengadakan penelitian lapangan yang berhubungan dengan masalah-masalah yang diteliti, untuk memperoleh data-data yang diperlukan.
  • Wawancara, yaitu mengajukan pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu secara tertulis,maupun lisan mengenai masalah-masalah yang telah ditetapkan. Tujuannnya adalah untuk memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan guna pengolahan data.
  • Angket, yaitu pengambilan data melalui penyebaran daftar pertanyaan tertulis kepada responden yang menjadi anggota penelitian.


2. Penelitian Kepustakaan (Library research) Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara mempelajari bahan-bahan yang dianggap perlu dari literatur-literatur yang terkait dengan masalah yang diteliti untuk mendapatkan bahan-bahan yang akan dijadikan landasan teoritis dalam penyusunan skripsi ini.

·         Hasil :
1. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan melalui analisa dan kuesioner yang disebarkan, menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di PT. INTI (Persero) sudah dilaksanakan dengan baik. Ini dapat dilihat dari skala mengenai Diklat secara keseluruhan yaitu sebesar 3,9 , di mana angka tersebut berada pada posisi tinggi.
2. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan melalui analisa dari kuesioner yang disebarkan, dapat diambil kesimpulan bahwa karyawan PT. INTI (Persero) prestasi kerja yang dimiliki oleh karyawan sudah baik, Ini dapat dilihat dari skala mengenai prestasi kerja karyawan secara keseluruhan yaitu sebesar 4,03, di mana angka tersebut berada pada posisi tinggi.

3. Berdasarkan hasil perhitungan statistik dengan menggunakan analisa Rank
Spearman, yang menunjukkan kekuatan hubungan antara Pendidikan dan Pelatihan (variabel X) dengan Prestasi kerja (variabel Y), maka penulis menarik kesimpulan bahwa terdapat korelasi positif antara variabel X dengan variabel Y, yaitu sebesar 0.9018. Berdasarkan pedoman penafsiran koe
fisien korelasi, maka besarnya nilai koefisien korelasi menunjukkan hubungan antara kedua variabel tersebut kuat. Dari analisis Koefisien Determinasi yang menunjukkan kontribusi variabel X terhadap variabel Y, diperoleh bahwa Diklat mempengaruhi prestasi kerja sebesar 81,13 %. Sedangkan sisanya sebesar 18,7% adalah variabel-variabel lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian Dari hasil perhitungan pengujian hipotesis menunjukkan Thitung lebih besar daripada Ttabel yaitu Thitung = 7,81 > 1,667.

·         Manfaat penelitian :
1. Bagi penulis
Untuk memperdalam dan menambah pengetahuan dan pengalaman mengenai pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Selain itu juga untuk melihat sejauh penerapan teori teori yang didapat darikuliah dalam praktek dan sebenarnya.

2. Bagi perusahaan
Sebagai bahan pertimbangan atau masukan kepada perusahaan dalam mencari alternatif pemecahan masalah yang berkaitan dengan sumber daya manusia khususnya pendidikan dan pelatihan.

3. Di pihak lain yang tertarik untuk menambah pengetahuan tentang manajemen sumber daya manusia khususnya dalam pelatihan.

B. THESIS


·         Nama peneliti : DONNY ARLANDA ANDROMEDA (Tesis, 2008)
·         Judul penelitian : ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEJ YANG DIAUDIT OLEH KANTOR AKUNTAN PUBLIK BERSKALA BESAR DAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK BERSKALA KECIL
·         Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen laba terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Jakarta yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Berskala Besar dan Kantor Akuntan Publik Berskala Kecil dan untuk menganalisis perbedaan antara return pada perusahaan di BEJ yang diaudit oleh Kantor Akuntan Berskala Besar dan Kantor Akuntan Berskala Kecil. Sampel penelitian ini sebanyak 59 perusahaan manufaktur yang go publik di Bursa Efek Jakarta, dengan metode pooling data (tahun 2004 - 2006), sehingga jumlah sampel (n) = 177. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan kriteria-kriteria yang ditetapkan. Hasil penelitian bahwa secara parsial (individu) tidak terdapat pengaruh yang signifikan Manajemen Laba terhadap Return Saham, baik perusahaan yang diaudit oleh KAP Besar maupun KAP Kecil. Hal ini mengindikasikan bahwa besar kecilnya manajemen laba yang dilakukan pihak manajemen perusahaan tidak berpengaruh signifikan pada kenaikan return saham perusahaan. Pada uji Chow Test diperoleh nilai F hitung sebesar 12,10 lebih besar dibandingkan F tabel taraf signifikansi 5% sebesar 7,88 sehingga diperoleh hasil ada perbedaan yang signifikan return saham yang diaudit oleh KAP Besar dan KAP Kecil. Kecenderungan tindakan manajemen laba (rata-rata nilai diskresioner akrual) pada perusahaan yang diaudit oleh KAP Besar sebesar 0,0031 sedangkan tindakan manajemen laba (rata-rata nilai diskresioner akrual) pada perusahaan yang diaudit oleh KAP Kecil sebesar 0,0049 yang menunjukkan bahwa perusahaan yang diaudit oleh KAP Besar lebih kecil kecenderungan melakukan manajemen laba dibandingkan dengan perusahaan yang diaudit oleh KAP Kecil.

·         Metode penelitian :
  1.  Studi dokumentasi terhadap laporan keuangan tahunan perusahaan yang diperoleh dari ICMD.
  2. Literatur berupa : buku, teks, artikel, jurnal dan majalah, serta data tertulis lainnya yang berhubungan dengan informasi yang dibutuhkan.

·         Hasil : Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap hasil penelitian yang telah diperoleh, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan :
  1. Secara parsial (individu) tidak terdapat pengaruh yang signifikan Manajemen Laba terhadap Return Saham, baik perusahaan yang diaudit oleh KAP Besar maupun KAP Kecil. Hal ini mengindikasikan bahwa besar kecilnya manajemen laba yang dilakukan pihak manajemen perusahaan tidak berpengaruh signifikan pada kenaikan return saham perusahaan. Hasil penelitian tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Aloysia Yanti Ardiati (2005) bahwa Manajemen laba berpengaruh positif terhadap return
  2. Pada uji Chow Test diperoleh nilai F hitung sebesar 12,10 lebih besar dibandingkan F tabel taraf signifikansi 5% sebesar 7,88 sehingga diperoleh hasil ada perbedaan yang signifikan return saham yang diaudit oleh KAP Besar dan KAP Kecil. Kecenderungan tindakan manajemen laba (rata-rata nilai diskresioner total akrual) pada perusahaan yang diaudit oleh KAP Besar sebesar 0,0031 sedangkan tindakanmanajemen laba (rata-rata nilai diskresioner total akrual) pada perusahaan yang diaudit oleh KAP Kecil sebesar 0,0049 yang menunjukkan bahwa perusahaan yang diaudit oleh KAP Besar lebih kecil kecenderungannya untuk melakukan manajemen laba dibandingkan dengan perusahaan yang diaudit oleh KAP Kecil. 

·         Manfaat penelitian :
  1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pertimbangan bagi investor dalam melakukan investasi di Bursa Efek Jakarta.
  2. Dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Jakarta dalam pemilihan KAP untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan manufaktur yang go publicdi Bursa Efek Jakarta.
  3. Sebagai bahan referensi bagi pihak-pihak yang akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai permasalahan ini.
C. DESERTASI

·                Nama peneliti     : BUDI TRI SISWANTO (Disertasi, 2011)
·              Judul penelitian : PENGEMBANGAN MODEL PENYELENGGARAAN WORK-BASED                                              LEARNING PADA PENDIDIKAN VOKASI DIPLOMA III OTOMOTIF
·         Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk :
(1) menemukan model penyelenggaraan work-based learning pada pendidikan vokasi program Diploma III Otomotif yang dapat meningkatkan kualitas hasil belajar;

(2) mengetahui luaran (output) penyelenggaraan work-based learning dengan model yang dikembangkan;

(3) mengetahui respon pengelola program dan manajemen perusahaan terhadap model pengembangan tersebut; dan

(4) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hasil belajar WBL. Penelitian R&D dan eksperimen ini dilaksanakan pada program studi Diploma III Otomotif. Penelitian dilakukan di pusdiklat/training centerpada berbagai APM (Agen Pemegang Merek) Otomotif di Jakarta, Karawang,Tangerang, Bekasi. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Diploma III program studi Teknik Otomotif yang melaksanakan program pengalaman lapangan/praktik industri di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dua kelompok mahasiswa sebagai sampel penelitian berjumlah 100 mahasiswa ditentukan dengan teknik purposive sampling yang meliputi 3 PTN dan 3 PTS di DIY dan Jawa Tengah. Eksperimen dilaksanakan di lokasi pusdiklat/training center APM Jakarta, Karawang, Tangerang, Bekasi pada Juli–Oktober 2010 dengan rancangan faktorial 2 x 1. Data dikumpulkan dengan inventori, lembar pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis Validasi isi dilakukan dengan expert judgement. Validasi konstruk dilakukan dengan analisis faktor dan reliabilitas butir ditentukan dengan formula Alpha Cronbach dan KR-20. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, korelasi, regresi, jalur, dan uji-t menggunakan bantuan program komputer SPSS.17 Uji kecocokan model dengan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program LISREL 8.80, taraf signifikansi 0,05.

·         Hasil penelitian :

(1) model WBL Rolling Terpadu cocok digunakan dalam penyelenggaraan program work-based learning Diploma III Otomotif untuk meningkatkan kualitas hasil belajar;

(2) luaran (output) dari model WBL Rolling Terpadu yaitu: pengetahuan mekanik otomotif, sikap profesional, kesiapan mental kerja, dan kemandirian mahasiswa pada kelas model lebih tinggi secara signifikan dibanding kelas konvensional;

(3) respon pengelola program dan manajemen perusahaan terhadap model penyelenggaraan WBL Rolling Terpadu dalam kategori tinggi, baik dalam konsep work-based learning, penerapan dalam teknis penyelenggaraan, maupun persepsi mereka tentang WBL, dan

(4) dengan analisis regresi ganda, faktor-faktor determinasi yang mempengaruhi kualitas hasil belajar WBL adalah: kinerja manajemen pengelola, budaya organisasi mahasiswa, iii dan kualitas pembelajaran WBL. WBL Rolling Terpadu dapat dikembangkan sebagai alternatif penyelenggaraan program praktik pengalaman industri pada Diploma III Otomotif.

·         Metode penelitian : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) (Borg&Gall, 1983:772) dan dilanjutkan eksperimen Model pengembangan dalam penelitian ini melalui tahap model konseptual, model teoretik, model hipotetik, dan model final. Model konseptual adalah model yang bersifat analitis, yang menyebutkan komponen-komponen produk, menganalisis komponen secara rinci, dan menunjukkan hubungan antar komponen yang akan dikembangkan. Model teoretik adalah model yang menggambarkan kerangka pikir yang didasarkan pada teori-teori yang relevan dan didukung oleh data empirik. Model hipotetik adalah model yang sudah mendapat masukan pakar dan praktisi melalui focus group discussion (FGD). Model final adalah model yang sudah diuji coba empirik. Pengembangan model pada penelitian ini disebut sebagai Model WBL RoTer atau WBL Rolling Terpadu dengan kegiatan FGD (Focus Group Discussion), teknik Delphi, dan eksperimen. Metode pengembangan dalam penelitian ini merujuk pada model tahap R&D yang direkomendasikan Borg & Gall (1989) maupun Plomp (1997). Pengembangan menurut Plomp meliputi:
(1) fase studi pendahuluan (preliminary investigation),
(2) fase pembuatan desain (design),
(3) fase merealisasikan desain (realization/construction),
(4) fase melakukan tes, evaluasi dan dan revisi (test, evaluation and revision), dan (5) fase implementasi (implementation)

·  Hasil : Berdasarkan analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan sesuai rumusan masalah sebagai berikut:
  1. Berdasarkan hasil uji coba dan pengembangan, model penyelenggaraan work-based learning Rolling Terpadu (RoTer) pada pendidikan vokasi Diploma III Otomotif terbukti meningkatkan kualitas hasil belajar pada program atau mata kuliah pengalaman industri yang merupakan mata kuliah lapangan pada program D III Otomotif. Model penyelenggaraan WBL Rolling Terpadu efektif meningkatkan kualitas hasil belajar yang meliputi 4 (empat) aspek: pengetahuan mekanik otomotif, sikap profesional, kesiapan mental kerja, dan kemandirian mahasiswa.
  2.  Luaran (output) dari model WBL Rolling Terpadu yaitu:pengetahuan mekanik otomotif, sikap profesional, kesiapan mental kerja, dan kemandirian mahasiswa pada kelas model lebih tinggi secara signifikan dibanding kelas konvensional. Hasil uji coba model WBL Rolling Terpadu sudah memenuhi persyaratan penelitian dan pengembangan yang meliputi: akurasi, realistik, dan segi manfaat. Data dan informasi eksperimen dianalisis sesuai dengan teknik-teknik ilmiah seperti validitas dan reliabilitas instrumen, persyaratan responden, pengelompokan kelas eksperimen dan kontrol, dokumentasi, dan pemenuhan ketentuan atau persyaratan penelitian lainnya.
  3. Respon pengelola program dan manajemen perusahaan terhadap model penyelenggaraan WBL Rolling Terpadu dalam kategori tinggi, baik dalam konsep work-based learning, penerapan dalam teknis penyelenggaraan, maupun persepsi mereka tentang WBL yang seharusnya. Dalam pandangan dan respon mereka, WBL Rolling Terpadu juga dapat mengembangkan softskill pada para peserta WBL
  4. Faktor-faktor determinasi yang mempengaruhi kualitas hasil belajar WBL secara urutan dari yang terbesar adalah: (1) kualitas pembelajaran WBL, (2) budaya organisasi mahasiswa, dan (3) kinerja manajemen pengelola. Secara teoretis, model penyelenggaraan WBL Rolling Terpadu merupakan temuan hasil proses prosedur pengembangan R&D yang teruji. Secara praksis, model WBL Rolling Terpadu merupakan model alternative penyelenggaraan pembelajaran berbasis tempat kerja program Diploma III Otomotif untuk meningkatkan kualitas hasil belajar.


·         Manfaat penelitian :
1. Manfaat praktis :
  • ditemukannya sebuah model penyelenggaraan WBL pada pendidikan vokasi Diploma III otomotif yang dapat digunakan oleh para pengelola DIII dan mitra kerja industri sebagai acuan penyelenggaraan program work-based learning;
  • informasi yang diperoleh dari hasil penerapan model, diharapkan dapat digunakan oleh para pelaksana program pengalaman industri untuk meningkatkan kualitas hasil belajar mahasiswa peserta WBL;
  • implikasi manajerial berkait pengungkapan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pembelajaran dan kualitas hasil belajar melalui pendekatan work-based learning model (yang diadopsi dan dikembangkan dalam penelitian ini) merupakan terobosan dalam inovasi proses, dimana penyelenggaraan pendidikan vokasi dilakukan dengan kolaborasi antara perguruan tinggi industri dan dengan potensi mitra kerjasama melalui proses problem solving dan decision making yang dilakukan manajemen pengelola.

2. Manfaat teoritis
Secara teoretis, manfaat penelitian ini:
  •  ditemukan sebuah model penyelenggaraan yang diharapkan dapat menjadi alternatif
  • ragam model penyelenggaraan WBL dalam bidang vokasi Diploma III otomotif;
  • sebagai masukan sekaligus salah satu referensi bagi penelitian lain yang relevan;
  • pengembangan teori-teori pembelajaran eksperiensial, pengajaran dan pembelajaran           kontekstual, serta pembelajaran berbasis tempat kerja.


Perbedaan antara Skripsi, Tesis dan Disertasi

No
Aspek
Skripsi
Tesis
Disertasi
1
Jenjang
S1
S2
S3 (tertinggi)
2
Permasalahan
Dapat diangkat dari pengalaman empirik, tidak mendalam
Diangkat dari pengalaman empirik, dan teoritik, bersifat  mendalam
Diangkat dari kajian teoritik yang didukung fakta empirik, bersifat sangat mendalam
3
Kemandirian penulis
60% peran penulis, 40% pembimbing
80% peran penulis, 20% pembimbing
90% peran penulis
10% pembimbing
4
Bobot Ilmiah
Rendah – sedang
Sedang – tinggi.  Pendalaman / pengembangan terhadap teori dan penelitian yang ada
Tinggi, Tertinggi dibidang akademik.   Diwajibkan mencari terobosan dan teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan
5
Pemaparan
Dominan deskriptif
Deskriptif dan Analitis
Dominan analitis
6
Model Analisis
Rendah – sedang
Sedang – tinggi
Tinggi
7
Jumlah rumusan masalah
Sekitar 1-2
Minimal 3
Lebih dari 3
8
Metode / Uji statistik
Biasanya  memakai uji Kualitatif / Uji deskriptif, Uji statistik parametrik (uji 1 pihak, 2 pihak), atau Statistik non parametrik (test binomial, Chi kuadrat, run test), uji hipotesis komparatif, uji hipotesis asosiatif, Korelasi, Regresi, Uji beda, Uji Chi Square, dll
Biasanya memakai uji Kualitatif  lanjut  /  regresi ganda, atau korelasi ganda, mulitivariate, multivariate lanjutan (regresi dummy, data panel, persamaan simultan, regresi logistic, Log linier analisis,  ekonometrika static & dinamik, time series ekonometrik) Path analysis, SEM
Sama dengan tesis dengan metode lebih kompleks, berbobot yang bertujuan mencari terobosan dan teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan
9
Jenjang Pembimbing/ Penguji
Minimal Magister
Minimal Doktor dan Magister yang berpengalaman
Minimal Profesor dan Doktor  yang berpengalaman
10
Orisinalitas penelitian
Bisa replika penelitian orang lain, tempat kasus berbeda
Mengutamakan orisinalitas
Harus orisinil
11
Penemuan hal-hal yang baru
Tidak harus
Diutamakan
Diharuskan
12
Publikasi hasil penelitian
Kampus Internal dan disarankan nasional
Minimal Nasional
Nasional dan Internasional
13
Jumlah rujukan / daftar pustaka
Minimal 20
Minimal 40
Minimal 60
14
Metode / Program statistik yang biasa digunakan
Kualitatif / Manual, Excel, SPSS dll
Kualitatif lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll
Kualitatif lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll


 Sumber : Eprints Undip
                 staff.uny.ac.id
                 budiwidyatama.blogspot.co.id