Minggu, 01 Desember 2013

MANUSIA dan KEADILAN

NASIB ORANG KECIL
     
     Sekilas melihat, gaya hidup mewah yang dijalani pejabat daerah maupun pejabat negeri ini,seakan-akan  menggambarkan bahwa mereka telah berhasil,menjadi pemimpin yang baik dan menghapuskan salah satu masalah utama  di Indonesia ini,yaitu kemiskinan.
Sayangnya,kehidupan mewah yang dijalani sebagian pejabat inilah yang menciptakan sebuah cerita kehidupan pilu, bagi sebagian masyarakat di Indonesia.Mulai,dari tinggal ditempat kumuh,kurang gizi hingga busung lapar.
Hal,ini terjadi pada  masyarakat disebabkan karena  sebagian dari pejabat tersebut, memperoleh segala kemewahan  yang mereka miliki dengan cara merampas,apa yang seharusnya menjadi hak milik rakyat atau tepatnya mereka disebut sebagai koruptor.
     Disaat  banyak anak-anak   yang  harus terpaksa memutuskan pendidikannya,demi membantu orang tua mereka hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 
Disaat,banyak orang-orang  yang tinggal di daerah kumuh,disaat banyak anak-anak yang memiliki gizi yang buruk.
Sebagian besar pejabat tersebut malah dengan asiknya melakukan korupsi dan membelanjakan uang yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu tersebut, untuk  memuaskan diri dan keluarga mereka sendiri.Tanpa memikirkan nasib,masyarakat.
      Kebiasaan pejabat dalam melakukan korupsi ini, membuat  masyarakat kurang mampu tersebut semakin menderita dan harus berjuang sendiri mempertahankan kehidupannya,seolah-olah tidak ada perhatian yang diberikan pemerintah kepada  mereka.

Selasa, 26 November 2013

MANUSIA dan PANDANGAN HIDUP

HIKMAH DIBALIK SERIMPI

      
      Tarian Serimpi  merupakan salah satu tari yang berasal dari Yogyakarta.
Pada saat  Sultan Pakubowono IX,memimpin Yogyakarta. Tarian Serimpi tersebut tidak hanya dijadikan sebagai sebuah hiburan semata, akan tetapi sesungguhnya sajian tersebut dimaksudkan sebagai bekal bagi kematian Belanda, Menurut sangopati itu berarti bekal untuk mati.
     
     Inilah alasan mengapa,pistol-pistol yang dipakai untuk menari sesungguhnya diisi dengan peluru yang sebenarnya. Ini dimaksudkan apabila kegagalan, maka para penaripun telah siap mengorbankan jiwanya.
        Namun setelah Pakubuwono IX meninggal, Ia digantikan putranya Pakubuwono X. Ketika itulah tarian serimpi berubah makna.Tarian ini ditarikan dengan maksud agar semua perbuatan maupun tingkah laku manusia hendaknya selalu ditunjukkan untuk menciptakan dan memelihara keselamatan maupun kesejahteraan bagi kehidupan.
    Hal ini nampak tercermin dalam makna simbolis dari tarian srimpi sangopati yang sesungguhnya menggambarkan  jalan untuk mengalahkan hawa nafsu yang selalu menyertai manusia dan berusaha untuk saling menang menguasai manusia itu sendiri.Tarian yang diperagakan 4 putri ini masing-masing mendapat sebutan : air, api, angin dan bumi/tanah, yang selain melambangkan terjadinya manusia juga melambangkan empat penjuru mata angin. Sedang nama peranannya Batak, Gulu, Dhada dan Buncit. Komposisinya segi empat yang melambangkan tiang Pendopo.
     Tari Serimpi juga menceritakan berbagai kisah, seperti cerita peperangan dan pertengkaran. Gerakan tangan yang lambat dan gemulai merupakan ciri khas dari tari Serimpi. Gerak tari pada Serimpi, ini menggambarkan pandangan hidup dan sikap wanita Jawa dengan cara yang lebih jelas, seperti perkelahian, persembahan, penerimaan, tangis,
peperangan, keberanian, kelincahan, dan ketangkasan. 


Image                                                                  

referensi: buku seni tari,untuk smp/mts, terbitan Pusat perbukuan kementrian Pendidikan Nasional


Senin, 25 November 2013

MANUSIA dan PENDERITAAN



  DERAAN JIWA SANG PENARI GANDRUNG

  Mendengar kata gandrung,maka akan terlintas dipikiran makna dari kata  tersebut yaitu,suka maupun terpikat.
Gandrung,merupakan salah satu tarian khas yang berasal dari daerah Banyuwangi.
Gandrung pertama kali ditarikan oleh pria,yang didandani seperti wanita.Namun secara perlahan penari gandrung laki-laki mulai lenyap,dan  benar-benar lenyap pada tahun 1914.
Penari gandrung wanita yang pertama kali adalah,Semi.Seorang anak kecil yang masih berusia sepuluh tahun.Ia menjadi penari gandrung berkat latihan yang ia dapatkan dari sang ibu.
Saat menari,penari harus berusaha keras mengontrol situasi agar,tidak terjadi hal yang diinginkan seperti tangan-tangan jahil,maupun pelecehan terhadapnya. Tetapi sang penari harus terus menari dan tersenyum.
Hal ini terjadi pada tahapan pertunjukan yang kedua,yaitu pada tahapan yang disebut maju atau ngibing.
Dimana ia menari dengan gerakan-gerakan menggoda shingga dapat mengumbar nafsu lelaki(penonton).
Inilah esensi dari tari gandrung, yakni tergila-gila atau hawa nafsu.
      Hal itulah yang menyebabkan penari gandrung mendapat cemooh negatif dari masyarakat.
Terutama,dikalangan kaum santri, menilai bahwa penari Gandrung adalah perempuan yang berprofesi amat negatif dan mendapatkan perlakuan yang tidak pantas, tersudut, terpinggirkan dan bahkan terdiskriminasi dalam kehidupan sehari-hari.
     Bahkan sang penari ,terpaksa harus berpisah dengan  sang suami dikarenakan ibu mertuanya tidak suka,dengan profesi sang istri yang berstatus sebagai penari gandrung.
Inilah,pil pahit yang diterima oleh setiap penari gandrung.

refrensi: wikipedia


Rabu, 13 November 2013

MANUSIA dan KEINDAHAN

PESONA SENGGIGI
     Pantai yang terletak di sebelah barat pesisir Pulau Lombok ini,merupakan salah satu tempat wisata  yang terkenal di Lombok.Berada di sini akan merasakan suasana dan atmosfer seperti berada di Pantai Kuta, Bali.
   Objek wisata ini memiliki pantai yang asri dan garis pantai yang panjang, sehingga sejauh mata memandang, kita akan disuguhi dengan pemandangan pantai yang sungguh mempesona dan menawan. Hal ini  membuat para turis bisa mendapatkan banyak tempat untuk berjemur dan bermain bersama keluarga.
   
    Berbeda dari pantai lainnya, Pantai Senggigi tidak hanya didominasi oleh pasirnya yang putih tapi juga ada pasir yang berwarna kehitaman. Hal ini tentu menjadi nilai tambah yang membuat tempat ini menjadi spesial.
Dipagi hari wisatawan dapat melakukan perjalanan kearah utara,untuk menyusuri bibir pantai nan elok dengan hamparan biru dan beningnya air laut serta terpaan semilir angin perbukitan disekitarnya.

Tak dapat dipungkiri bahwa alam bawah laut Senggigi memang sangat menakjubkan. Terumbu karang yang menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah ditengah.  Sehingga banyak para turis yang bersnorkeling dan menyelam di tempat ini.

Di Senggigi pula kita dapat menikmati sunsite di tepi pantai dengan pemandangan yang tidak terlupakan dengan latar belakang Gunung Agung di Pulau Bali.

    Selepas sore kita dapat menikmati keindahan pantai Senggigi dari atas dengan gemerlap sinar terpancar dari hotel-hotel yang menerpa bibir pantai, sambil menikmati jagung bakar hangat yang tersaji secara tradiosional. 

  Semua keindahan yang ditawarkan pantai ini,membuat  masyarakat sering menyejajarkan keindahan pantai ini dengan pantai-pantai ternama di Pulau Bali, seperti Kuta, Legian, dan Sanur. Bahkan, keindahan Pantai Senggigi sering dilukiskan melebihi pantai-pantai tersebut, karena kondisinya yang jauh lebih nyaman dan tenang.
Segala keindahan yang ditawarkan Senggigi dapat menimbulkan rasa senang,dan perasaan damai ketika melihatnya.

Senin, 30 September 2013

Cara Sederhana Mencegah Kanker Payudara


Tenyata,selain sebagai menu diet yang sehat untuk membantu menurunkan berat badan,  selai kacang juga mampu membantu mencegah penyakit payudara.
Para peneliti gabungan di Amerika Serikat yang terdiri dari Washington University School of Medicine, St. Louis, Dana-Farber Cancer Institute, dan Harvard Medical School menemukan bahwa mengonsumsi selai kacang secara teratur dapat menurunkan risiko terkena penyakit payudara jinak.
Perlu digaris bawahi bahwa penyakit payudara jinak bukanlah kanker, dan terjadi ketika ada perubahan payudara atau cedera yang mengarah pada benjolan jaringan payudara. Tim penelitian ini tidak menganalisa hubungan antara selai kacang dan kanker payudara.
Sumber-sumber lain dari lemak nabati dan protein seperti misalnya kedelai, dan lentil juga bisa memiliki efek yang sama, namun para peneliti menyatakan bahwa data yang terkait dengan penyakit payudara dari sumber lain tersebut tidak banyak dibandingkan dengan selai kacang.
Untuk melakukan penelitian ini para peneliti menganalisa data kesehatan dari 9.039 wanita berusia 9-15 tahun yang telah terdaftar dalam Growing Up Today Study pada tahun 1996. Mereka diminta mengisi kuesioner tentang frekuensi makanan setahun sekali sejak tahun pertama mendaftar sampai tahun 2001, lalu ditahun berikutnya mereka diminta kembali mengisi kuesioner 2 tahun sekali sampai 2010.
Di tahun 2005 para peneliti mulai melacak diagnosis penyakit payudara jinak para peserta yang telah memasuki masa dewasa dan telah berusia 18-30 tahun. Hasilnya para peneliti menememukan 112 wanita diantaranya telah mengembangkan penyakit payudara jinak tersebut.
Dari data kuesioner para peserta yang rajin mengonsumsi selai kacang selama periode penelitian, para peneliti menyimpulkan bahwa mengonsumsi selai kacang dua kali seminggu selama masa anak-anak atau remaja memilki 39% lebih rendah mengalami penyakit payudara jinak. Efek ini juga berlaku bagi wanita yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara.
Para peneliti menegaskan bahwa hasil penelitian yang juga telah diterbitkan oleh Breast Cancer Research and Treatment ini hanya menunjukan adanya hubungan antara selai kacang dan penyakit payudara serta belum bisa memastikan bahwa selai kacang benar-benar dapat mencegah penyakit payudara, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk bisa memastikannya.

Peran Tjakrabirawa di Malam Kelam 1 oktober 1965

30 September 1965 malam, tak banyak yang tahu kalau Komandan Batalyon I Kawal Kehormatan Letkol Untung Syamsuri masih mengawal Presiden Soekarno yang berpidato dalam acara Musyawarah Teknisi di Istora Senayan hingga pukul 24.00 WIB. Setelah selesai menjalankan tugasnya, Untung rupanya tak kembali ke mess di Jl Cidurian, Jakarta Pusat.
Perwira menengah Resimen Tjakrabirawa itu menuju Lubang Buaya, Jakarta Timur. Basis konsentrasi pasukan G30S. Untung memeriksa pasukannya. Kekuatannya masih jauh dari harapan. Tak ada batalyon lapis baja yang datang dari Jawa Barat.
Para pemimpin militer G30S, Letkol Untung, Mayor Soejono, Brigjen Soepardjo dan Kolonel Latief, sedikit masygul. Namun Sjam Kamaruzaman dari Biro Chusus Partai Komunis Indonesia (PKI) cepat menggertak.
"Ya Bung. Kalau mau revolusi banyak yang mundur. Tetapi kalau sudah menang banyak yang ikut."
Akhirnya diputuskan operasi penculikan para jenderal tetap berjalan. Jam 'J' adalah pukul 04.00 WIB.
Menurut Petrik Matanasi penulis buku, "Tjakrabirawa" sasaran penculikan adalah Jenderal yang bertugas di Staf Umum Angkatan Darat (SUAD). Pada jabatan ini, para jenderal yang menjabat menentukan arah perkembangan Angkatan Darat. Oleh Untung mereka dianggap tidak loyal kepada Bung Karno.
Dalam penjelasan Petrik, Pada 1 Oktober sekitar pukul 02.00 dinihari 1 Oktober 1965, pasukan Pasopati dari Tjakrabirawa, Brigif I Jaya Sakti dan Batalyon 454/Diponegoro berkumpul di Lubang Buaya. Letnan Satu Dul Arief, memberikan arahan kepada anak buahnya.
Dalam arahan itu, Dul Arif menjelaskan adanya skenario Dewan Jenderal yang didukung CIA, untuk melawan Soekarno. Karenanya sangat penting sekali untuk menangkapi para Jenderal itu untuk menyelamatkan Presiden Soekarno. Semua anggota pasukan cukup percaya dengan wacana ini.
Dengan truk militer dan bus, pasukan penjemput berangkat ke daerah Menteng, Jakarta Pusat. Kawasan elite rumah para jenderal. Sebagian bergerak ke rumah Brigjen Pandjaitan di Kebayoran, Jakarta Selatan.
Dalam penculikan Jenderal Nasution, Ade Irma Suryani, anak Nasution tewas dengan tembakan peluru pasukan penculik yang menjemput paksa Nasution. Sedangkan Nasution berhasil melarikan diri dengan memanjat tembok rumahnya. Pierre Andreas Tendean ajudan Jenderal Nasution dibawa ke Lubang Buaya, karena penculik tidak tahu wajah Nasution.
Sedangkan dalam penculikan Ahmad Yani, beberapa prajurit Tjakrabirawa memasuki rumah. Saat di dalam rumah, pasukan itu bertemu anak Yani yang berumur 7 tahun, Eddy. Oleh pasukan penculik, Eddy disuruh memanggil ayahnya. Ahmad Yani lalu keluar kamar dan menghampiri pasukan penculik.
Salah satu dari penculik mengatakan bahwa Yani dipanggil Presiden di Istana. Yani lalu meminta diri untuk bersiap, namun salah seorang prajurit menolak permintaan itu dan Yani pun menampar prajurit itu. Ketika Yani bermaksud kembali ke kamarnya tujuh peluru menembus pintu dan menewaskan Ahmad Yani. Mayat Yani lalu dimasukan bus dan dibawa oleh pasukan penculik ke Lubang Buaya.
Target penculikan lainnya adalah Mayor Jenderal Suprapto. Suprapto dianggap sebagai kepercayaan Ahmad Yani. Pada malam 30 September itu Suprato tidak bisa tidur karena sakit gigi.
Pasukan penculik saat itu Kopral Dua Suparman, menemui sang Jenderal dan tidak lupa memberi hormat. Suparman berkata bahwa Suprapto dipanggil Presiden. Tanpa diberi kesempatan berganti pakaian, Suprapto diseret dan dibawa ke dalam truk. Nyonya Suprapto pun berkesimpulan bahwa suaminya diculik.
Hal serupa juga dialami Mayor Jenderal Suwondo Parman. Sekitar pukul 04.00 Pagi, muncul 20 orang prajurit berkeliaran di sekitar rumah S Parman. Sang jenderal dan istrinya tidak tidur malam itu. Ketika terjadi kegaduhan di luar rumah, sang Jenderal beserta istrinya tak menggubrisnya.
Tapi akhirnya sang Jenderal keluar menuju halaman. Bukan perampok yang mereka temui, melainkan pasukan Tjakrabirawa. Parman bertanya, apa yang dilakukan oleh pasukan Tjakra itu, prajurit Tjakra menjawab bahwa, Parman dipanggil ke Istana Negara oleh Presiden dini hari itu juga. Tanpa banyak tanya, Parman langsung memakai seragamnya dan selanjutnya ikut pasukan Tjakra yang mengundangnya ke Istana padahal ke Lubang Buaya.
Saat penculikan MT Haryono, prajurit penculik itu masuk ke rumahnya tanpa izin. Mengetahui hal itu Haryono meminta istri dan anak-anaknya pergi ke halaman belakang rumah dan mematikan lampu. Sementara itu, Haryono telah bersiap menunggu pasukan penculik yang akan masuk. Haryono berencana merebut senjata salah satu prajurit yang masuk. Usaha sang Jenderal gagal, karena prajurit yang masuk itu lebih tangkas hingga Haryono sendiri tertembak. Mayat Haryono lalu dimasukkan ke dalam truk militer yang membawanya ke Lubang Buaya.
Penculikan paling mulus terjadi pada Jenderal Soetoyo. Pasukan penculik, berhasil membujuk Soetoyo untuk membuka pintu dan dipanggil Presiden ke Istana. Saat pintu dibuka, Soetoyo langsung diringkus kedua matanya ditutup dan dibawa ke Lubang Buaya.
Target lainnya adalah Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan. Saat pasukan penculik ke rumah Panjaitan. Pasukan penculik membangunkan pembantu yang ketakutan. Karena takut dibunuh, si pembantu memberi tahu di mana Panjaitan berada.
Panjaitan dipaksa turun dari kamarnya di lantai dua dan langsung ditembak. Panjaitan akhirnya tewas dengan seragamnya. Dalam penculikan itu juga dua keponakan Panjaitan juga tertembak, Albert Naiborhu dan Victor Naiborhu yang berusaha melakukan perlawan.
Semua hasil operasi penculikan malam itu langsung dibawa ke daerah Lubang Buaya, tidak jauh dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Target penculikan yang masih hidup dalam penculikan lalu dibunuh di daerah Lubang Buaya sebelum dimasukan ke dalam sumur tua yang tidak terpakai. Suprapto, S Parman, dan Soetojo ditembak mati di Lubang Buaya.
Film Pengkhianatan G 30 S/PKI karya Sutradara Arifin C Noer mencoba menggambarkan penculikan dan pembantaian itu. Digambarkan suasana dini hari itu sangat mencekam. Para penyiksa membunuh para jenderal dengan kejam sambil menyanyikan lagu gendjer-gendjer. Para wanita PKI dengan tega menyilet wajah para jenderal itu.
Selama Orde Baru, film ini diputar setiap tanggal 30 September. Maka bulu roma setiap rakyat Indonesia pun merinding melihat tayangan horor tersebut. Masyarakat dibuat yakin, betapa kejam PKI menyiksa para putera terbaik bangsa.
Inilah salah satu episode paling kelam dari sejarah Indonesia. Di kemudian hari, pembantaian pada para jenderal ini menimbulkan pembantaian pada lebih dari sejuta anggota atau simpatisan PKI. Nasib Untung, Soepardjo, Aidit dan tokoh PKI lainnya tak lebih baik dari nasib para jenderal angkatan darat tersebut.

Seperti kata pepatah, nyawa dibayar dengan nyawa.
SUMBER:www.yahoo.co.id

kemhan bentuk cyber Army

     Kementerian Pertahanan (Kemhan) segera membentuk satuan khusus "Cyber Army" atau satuan tentara siber untuk menangkal serangan di dunia siber yang dapat mengganggu kedaulatan negara dan pertahanan negara.
"Kami berencana membentuk Cyber Army. Setiap tahun kami lakukan kompetisi cyber dan ada yang dikhususkan bertahan maupun menyerang," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro, sesaat setelah menutup pendidikan pelatihan bela negara Kementerian Pertahanan 2013 di Rindam Jaya, Jakarta, Selasa.
     Pembentukan Cyber Army merupakan bagian dari pembangunan pertahanan siskom (sistem komunikasi) dan sisinfo (sistem informasi) Kementerian Pertahanan.
Ditegaskan, Cyber Army yang dibentuk akan terdiri atas kalangan militer (TNI AD, AU, AL) hingga kalangan sipil. Cyber Army dibentuk guna menangkal serangan sistem cyber yang dapat mengganggu kedaulatan bangsa.
"Serangan cyber yang dapat mengganggu kedaulatan bangsa saat ini cukup terbuka lebar. Cyber Army akan terdiri dari militer nonmiliter dan dibentuk untuk menangkal serangan tersebut," ucap Purnomo.
Sebelumnya, Kemhan juga berencana membangun Pusat Pertahanan Siber atau "Cyber Defence" untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah dari kejahatan dunia maya.
Pembangunan pertahanan siber itu, kata Purnomo, juga melibatkan tiga angkatan, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Kemkominfo akan membantu tata kelola, infrastruktur, peralatan, dan sumber daya manusianya.
Menurut Purnomo, ancaman serius terhadap kedaulatan melalui dunia maya memang belum tampak. Ada upaya ancaman yang selama ini terjadi, namun belum dikategorikan sebagai ancaman pertahanan negara.